51 Keutamaan Dzikir--(1) Dengan dzikir akan mengusir setan.(2) Dzikir mudah mendatangkan ridho Ar Rahman.(3) Dzikir dapat menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana.(4) Dzikir membuat hati menjadi gembira dan lapang.(5) Dzikir menguatkan hati dan badan.(6) Dzikir menerangi hati dan wajah pun menjadi bersinar.(7) Dzikir mudah mendatangkan rizki.(8) Dzikir membuat orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.(9) Dzikir akan mendatangkan cinta Ar Rahman yang merupakan ruh Islam.(10) Dzikir akan mendekatkan diri seseorang pada Allah sehingga memasukkannya pada golongan orang yang berbuat ihsan yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihatnya.(11) Dzikir akan mendatangkan inabah, yaitu kembali pada Allah 'azza wa jalla. Semakin seseorang kembali pada Allah dengan banyak berdzikir pada-Nya, maka hatinya pun akan kembali pada Allah dalam setiap keadaan.(12) Dengan berdzikir, seseorang akan semakin dekat pada Allah sesuai dengan kadar dzikirnya pada Allah 'azza wa jalla. Semakin ia lalai dari dzikir, ia pun akan semakin jauh dari-Nya.(13) Dzikir akan semakin menambah ma'rifah (pengenalan pada Allah). Semakin banyak dzikir, semakin bertambah ma'rifah seseorang pada Allah.(14) Dzikir mendatangkan rasa takut pada Rabb 'azza wa jalla dan semakin menundukkan diri pada-Nya. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir akan semakin terhalangi dari rasa takut pada Allah.(15) Dzikir akan mudah meraih apa yang Allah sebut dalam ayat,فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ"Ingatlah pada-Ku, maka Aku akan mengingat kalian." (QS. Al Baqarah: 152). Ibnul Qayyim mengatakan, "Seandainya tidak ada keutamaan dzikir selain yang disebutkan dalam ayat ini, maka sudahlah cukup keutamaan yang disebut."(16) Dengan dzikir, hati akan semakin hidup. Ibnul Qayyim pernah mendengar gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,الذكر للقلب مثل الماء للسمك فكيف يكون حال السمك إذا فارق الماء ؟"Dzikir pada hati semisal air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika ikan tersebut lepas dari air?"(17) Hati dan ruh semakin kuat dengan dzikir. Jika seseorang melupakan dzikir maka kondisinya sebagaimana badan yang hilang kekuatan. Ibnul Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sesekali pernah shalat Shubuh dan beliau duduk berdzikir pada Allah Ta'ala sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling padaku dan berkata, 'Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku' –atau perkataan beliau yang semisal ini-.(18) Dzikir menjadikan hati semakin kilap yang sebelumnya berkarat. Karatnya hati disebabkan lalai dari dzikir pada Allah. Sedangkan kilapnya hati adalah dengan dzikir, taubat dan istighfar.(19) Dzikir akan menghapus dosa karena dzikir adalah kebaikan terbesar dan kebaikan akan menghapus kejelekan.(20) Dzikir pada Allah dapat menghilangkan kerisauan.(21) Ketika seorang hamba rajin mengingat Allah (berdzikir), maka Allah akan mengingat dirinya di saat ia butuh.(22) Jika seseorang mengenal Allah -dengan dzikir- dalam keadaan lapang, Allah akan mengenalnya dalam keadaan sempit.(23) Dzikir akan menyelematkan seseorang dari adzab neraka.(24) Dzikir menyebabkan turunnya sakinah (ketenangan), naungan rahmat, dan dikelilingi oleh malaikat.(25) Dzikir menyebabkan lisan semakin sibuk sehingga terhindar dari ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, perbuatan keji dan batil.(26) Majelis dzikir adalah majelis para malaikat dan majelis orang yang lalai dari dzikir adalah majelis setan.(27) Orang yang berzikir begitu bahagia, begitu pula ia akan membahagiakan orang-orang di sekitarnya.(28) Dzikir akan memberikan rasa aman bagi seorang hamba dari kerugian di hari kiamat.(29) Karena tangisan orang yang berdzikir, Allah akan memberikan naungan 'Arsy padanya di hari kiamat yang amat panas.(30) Sibuknya seseorang pada dzikir adalah sebab Allah memberi untuknya lebih dari yang diberikan pada peminta-minta.(31) Dzikir adalah ibadah yang paling ringan, namun ibadah tersebut amat mulia.(32) Dzikir adalah tanaman surga.(33) Pemberian dan keutamaan yang diberikan pada orang yang berdzikir tidak diberikan pada amalan lainnya.(34) Senantiasa berdzikir pada Allah menyebabkan seseorang tidak mungkin melupakan-Nya. Orang yang melupakan Allah adalah sebab sengsara dirinya dalam kehidupannya dan di hari ia dikembalikan. Seseorang yang melupakan Allah menyebabkan ia melupakan dirinya dan maslahat untuk dirinya. AllahTa'ala berfirman,وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka Itulah orang-orang yang fasik." (QS. Al Hasyr: 19)(35) Dzikir adalah cahaya bagi pemiliknya di dunia, kubur, dan hari berbangkit.(36) Dzikir adalah ro'sul umuur (inti segala perkara). Siapa yang dibukakan kemudahan dzikir, maka ia akan memperoleh berbagai kebaikan. Siapa yang luput dari pintu ini, maka luputlah ia dari berbagai kebaikan.(37) Dzikir akan memperingatkan hati yang tertidur lelap (yang lalai). Hati bisa jadi sadar dengan dzikir.(38) Orang yang berdzikir akan semakin dekat dengan Allah dan bersama dengan-Nya. Kebersamaan di sini adalah dengan kebersamaan yang khusus, bukan hanya sekedar Allah itu bersama dalam arti mengetahui atau meliputi hamba-Nya. Namun kebersamaan ini menjadikan lebih dekat, mendapatkan perwalian, cinta, pertolongan dan taufik Allah. Kebersamaan yang dimaksudkan sebagaimana firman AllahTa'ala,إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. An Nahl: 128)وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ"Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al Baqarah: 249)وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ"Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al 'Ankabut: 69)لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا"Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita." (QS. At Taubah: 40)(39) Dzikir dapat menyamai seseorang yang memerdekakan budak, menafkahkan harta, juga dapat menyamai seseorang yang menunggang kuda dan berperang dengan pedang (dalam rangka berjihad) di jalan Allah.Sebagaimana terdapat dalam hadits,مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ ، وَلَهُ الْحَمْدُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ . فِى يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ"Barangsiapa yang mengucapkan 'Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku, wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syain qodiir dalam sehari sebanyak 100 kali, maka itu seperti memerdekakan 10 budak."[1]Ibnu Mas'ud mengatakan, "Sungguh aku banyak bertasbih pada Allah Ta'ala (mengucapkan subhanallah) lebih aku sukai dari beberapa dinar yang aku infakkan fii sabilillah (di jalan Allah)."(40) Dzikir adalah inti dari bersyukur. Tidaklah dikatakan bersyukur pada Allah Ta'ala orang yang enggan berdzikir. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Mu'adz,« يَا مُعَاذُ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ وَاللَّهِ إِنِّى لأُحِبُّكَ ». فَقَالَ « أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ »"Wahai Mu'adz, demi Allah, sungguh aku mencintaimu. Demi Allah, aku mencintaimu." Lantas Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Aku menasehatkan kepadamu –wahai Mu'adz-, janganlah engkau tinggalkan di setiap akhir shalat bacaan 'Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik' (Ya Allah tolonglah aku untuk berdzikir dan bersyukur serta beribadah yang baik pada-Mu)."[2] Dalam hadits ini digabungkan antara dzikir dan syukur. Begitu pula Allah Ta'ala menggabungkan antara keduanya dalam firman Allah Ta'ala,فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (QS. Al Baqarah: 152). Hal ini menunjukkan bahwa penggabungan dzikir dan syukur merupakan jalan untuk meraih bahagia dan keberuntungan.(41) Makhluk yang paling mulia adalah yang bertakwa yang lisannya selalu basah dengan dzikir pada Allah. Orang seperti inilah yang menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Ia pun menjadikan dzikir sebagai syi'arnya.(42) Hati itu ada yang keras. Kerasnya hati dapat dilebut dengan berdzikir pada Allah. Oleh karena itu, siapa yang ingin sembuh dari hati yang keras, maka perbanyaklah dzikir pada Allah.Ada yang berkata kepada Al Hasan, "Wahai Abu Sa'id, aku mengadukan padamu akan kerasnya hatiku." Al Hasan berkata, "Lembutkanlah dengan dzikir pada Allah."Ketika hati semakin lalai, semakin keras hati tersebut. Jika seseorang berdzikir pada Allah, lelehlah kekerasan hati sebagaimana timah itu dapat meleleh dengan api. Kerasnya hati akan meleleh semisal itu, yaitu dengan dzikir pada Allah.(43) Dzikir adalah obat hati sedangkan lalai dari dzikir adalah penyakit hati.Mak-huul, seorang tabi'in, berkata, "Dzikir kepada Allah adalah obat (bagi hati). Sedangkan sibuk membicarakan ('aib) manusia, itu adalah penyakit."(44) Tidak ada sesuatu yang membuat seseorang mudah meraih nikmat Allah dan selamat dari murka-Nya selain dzikir pada Allah. Jadi dzikir adalah sebab datangnya nikmat dan tertolaknya murka Allah. AllahTa'ala berfirman,وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7). Dzikir adalah inti syukur sebagaimana telah disinggung sebelumnya. Sedangkan syukur akan mendatangkan nikmat dan semakin bersyukur akan membuat nikmat semakin bertambah.(45) Dzikir menyebabkan datangnya shalawat Allah dan dari malaikat bagi orang yang berdzikir. Dan siapa saja yang mendapat shalawat (pujian) Allah dan malaikat, sungguh ia telah mendapatkan keuntungan yang besar. Allah Ta'ala berfirman,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41) وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42) هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا (43)"Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman." (QS. Al Ahzab: 41-43)(46) Dzikir kepada Allah adalah pertolongan besar agar seseorang mudah melakukan ketaatan. Karena Allah-lah yang menjadikan hamba mencintai amalan taat tersebut, Dia-lah yang memudahkannya dan menjadikan terasa nikmat melakukannya. Begitu pula Allah yang menjadikan amalan tersebut sebagai penyejuk mata, terasa nikmat dan ada rasa gembira. Orang yang rajin berdzikir tidak akan mendapati kesulitan dan rasa berat ketika melakukan amalan taat tersebut, berbeda halnya dengan orang yang lalai dari dzikir. Demikianlah banyak bukti yang menjadi saksi akan hal ini.(47) Dzikir pada Allah akan menjadikan kesulitan itu menjadi mudah, suatu yang terasa jadi beban berat akan menjadi ringan, kesulitan pun akan mendapatkan jalan keluar. Dzikir pada Allah benar-benar mendatangkan kelapangan setelah sebelumnya tertimpa kesulitan.(48) Dzikir pada Allah akan menghilangkan rasa takut yang ada pada jiwa dan ketenangan akan mudah diraih. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir akan selalu merasa takut dan tidak pernah merasakan rasa aman.(49) Dzikir akan memberikan seseorang kekuatan sampai-sampai ia bisa melakukan hal yang menakjubkan. Contohnya adalah Ibnu Taimiyah yang sangat menakjubkan dalam perkataan, tulisannya, dan kekuatannya. Tulisan Ibnu Taimiyah yang ia susun sehari sama halnya dengan seseorang yang menulis dengan menyalin tulisan selama seminggu atau lebih. Begitu pula di medan peperangan, beliau terkenal sangat kuat. Inilah suatu hal yang menakjubkan dari orang yang rajin berdzikir.(50) Orang yang senantiasa berdzikir di jalan, di rumah, di lahan yang hijau, ketika safar, atau di berbagai tempat, itu akan membuatnya mendapatkan banyak saksi di hari kiamat. Karena tempat-tempat tadi, semisal gunung dan tanah, akan menjadi saksi baginya di hari kiamat. Kita dapat melihat hal ini pada firman Allah Ta'ala,إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5)"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya." (QS. Az Zalzalah: 1-5)(51) Jika seseorang menyibukkan diri dengan dzikir, maka ia akan terlalaikan dari perkataan yang batil seperti ghibah (menggunjing), namimah (mengadu domba), perkataan sia-sia, memuji-muji manusia (secara berlebihan), dan mencela manusia. Karena lisan sama sekali tidak bisa diam. Lisan boleh jadi adalah lisan yang rajin berdzikir dan boleh jadi adalah lisan yang lalai. Kondisi lisan adalah salah satu di antara dua kondisi tersebut. Ingatlah bahwa jiwa jika tidak tersibukkan dengan kebenaran, maka pasti akan tersibukkan dengan hal yang sia-sia.[3]Penyusun: Muhammad Abduh TuasikalSource : 51 Keutamaan Dzikir
Thursday, February 16, 2012
51 Keutamaan Dzikir
Seputar Aqiqah
Seri : Fiqih
Seputar Aqiqah
PengertianMenurut Syaikh Ibnu 'Utsaimin, aqiqah yaitu sembelihan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat diberi anak yg dilakukan pada hari ketujuh dari kelahiran si bayi. Untuk bayi laki-laki 2 ekor kambing, sedangkan untuk bayi perempuan 1 ekor kambing.HukumPara ulama berselisih pendapat tentang hukumnya. Sebagian ada yang mewajibkannya namun mayoritas mengatakan sunnah.a. Pihak yang Mewajibkan Aqiqah, antara lain:- Syaikh Abdul 'Azhim Al Badawi Rahimahullah dalam kitab Al-Wajiiz menyatakan bahwa 'aqiqah adalah suatu kewajiban atas orangtua.Dari Salman bin Amir adh-Dhabby Radhiyallahu'anhu, ia bertutur:"Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda,"Bersama seorang anak itu ada 'aqiqahnya. Karena itu alirkanlah darah untuknya dan singkirkanlah gangguan darinya." (Shahih Ibnu Majah no:2562u Fathul Bari IX: 590 no 5472,'Aunul Ma'bud VIII:41 no:2822u Tirmidzi III: 35 no:1551 dan Nasa'i VII:164)b. Pihak yang Menyatakan Aqiqah itu Sunnah, antara lain:- Syaikh Utsaimin Rahimahullah : 'Aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yg amat dianjurkan). Bagi orang yg tidak mampu melakukannya maka gugur kewajiban (sunnah) ini darinya.- Imam Ahmad Rahimahullah berkata 'Aqiqah merupakan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau telah melakukannya untuk Hasan dan Hushain. Para sahabat beliau juga melakukannya. Dan Dari Hasan bin Samurah radhiyallahu'anhu, Rasulullahshallallahu'alaihi wasallam bersabda,"Semua anak yg lahir tergadaikan dengan 'aqiqahnya." (HR Abu Dawud, At Tirmidzi dan An Nasa'i).Sehingga tidak patut, jika seorang bapak tidak melakukan 'aqiqah untuk anaknya. (Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Fauzan (3/194)).WaktuDisunnahkan pada hari ketujuh dari kelahiran jika terlewatkan maka pada hari ke empat belas kemudian jika terlewatkan lagi maka hari ke duapuluh satu.Dari Burairah dari Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam, beliau bersabda,"Kambing 'aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau ke 14 atau ke 21." (Shahihul Jami'us Shaghir no: 4132 dan Baihaqi IX: 303).Namun ada sebagian ulama di antaranya Syaikh Shalih Al Fauzan dan Syaikh Ibnu 'Utsaimin berpendapat bolehnya melakukan 'aqiqah selain waktu di atas tanpa batasan sehingga berdasarkan pendapat ini, maka orangtua yang belum mampu pada waktu-waktu tersebut dapat menundanya manakala sudah mampu.Jumlah KambingDari 'Aisyah radhiyallahu'anha, ia berkata,"Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam pernah menyuruh kami memotong aqiqah 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan sesekor kambing untuk anak perempuan." (Shahih Ibnu Majah no:2561u Ibnu Majah II:1056 no:1163u Tirmidzi III:35 no:1549)Terdapat KeringananMenurut Syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah bahwa disunnahkan untuk menyembelih 2 ekor kambing untuk anak laki-laki tapi jika tidak mampu maka insya Allah cukup dengan seekor kambing untuk anak laki-laki. Bisa juga dengan cara penyembelihan yang tidak bersamaan, misalnya yang seekor disembelih setelah 1 pekan, sementara yang seekor lagi setelah 2 pekan. (Aktsar min Alf Jawab lil Mar'ah)Jenis KambingPara Ulama menyatakan bahwa kambing 'aqiqah sama dengan kambing qurban dalam usia, jenis dan bebas dari aib dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci tentang disyaratkan jantan/ betina. (Syaikh Utsaimin dalam Syarah Nadzmu Waraqatu hlm 89-90).Dengan demikian sah bila seseorang menyembelih kambing betina dalam qurban dan 'aqiqah, walaupun yang utama dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wasallamialah kambing jantan yang bertanduk. Wallahu a'lamSiapa yang Membiayai 'Aqiqah ?Anak memang tanggung jawab orangtua, dengan begitu berarti 'aqiqah seorang anak juga termasuk tanggungjawab orangtua. Namun boleh jika 'aqiqah dibiayai oleh selain orangtua. Sebagaimana pendapat syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah, "Jika si anak di 'aqiqahi oleh kakeknya atau saudaranya atau yang lainnya maka ini juga boleh. Tidak disyaratkan harus oleh ayahnya atau dibiayai sebagiannya." (Aktsar min Alf Jawab lil Mar'ah)'Aqiqah dibagikan kepada siapa saja?Menurut syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah: Disunnahkan untuk dimakan 1/3nya, dihadiahkan 1/3nya kepada sahabatnya (teman-teman orangtuanya) dan disedekahkan 1/3nya kepada kaum muslimin. Namun boleh juga mengundang teman-teman dan kerabat untuk menghidangkannya atau disedekahkan semuanya.( Aktsar min Alf Jawab lil Mar'ah)Apakah untuk Janin Prematur tetap diadakan 'Aqiqah?Menurut syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah: Bila janin terlahir setelah 4 bulan maka hukumnya sebagaimana bayi hidup maupun mati. Karena jika telah sempurna 4 bulan roh telah ditiupkan. Jika terlahir setelah itu, maka dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikuburkan di pekuburan kaum muslimin, dinamai serta di'aqiqahi.Jika terlahir sebelum ditiupkan roh (kandungannya berumur di bawah empat bulan, ed) maka menurut Al-Lajnah ad Da'imah adalah tidak ada 'aqiqah baginya walaupun telah tampak sebagai laki-laki atau perempuan.***
Penyusun : Ummu Hamzah Galuh Pramita
Murajaah: Ust Muhammad Abduh TRujukan:
Aktsar min Alf Jawab lil Mar'ah (Terj),Penerbit Darul Haq
Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil'aziz (Terj),Pustaka As Sunnah
Majalah As Sunnah ed 04/IX/1426HSource : Seputar Aqiqah
Fw: [ Annahl ] Harga Sebuah Iman
Harga Sebuah Iman
--Iman tak dapat di warisi
Dari seorang ayah yang bertaqwa
Ia tak dapat di jual beli
Ia tiada di tepian iman(Raihan)Seorang anak bisa saja mewarisi sifat dari ayahnya tapi tidak bisa mewarisi keimanannya. Betapa mahalnya harga sebuah iman, tidak dapat di warisi dan tidak dapat di beli bahkan oleh nyawa sekalipun. Iman tiada berceceran di manapun, karena ia hanya berada di tempat tersembunyi nan suci yaitu di kedalaman hati.Iman kepada Allah, yakni meyakini bahwasanya tiada Tuhan yang patut di imani dan di sembah melainkan Allah Ta'ala. Pemberian hidayah adalah mutlak hak Allah, namun sebagai hamba hendaknya tertarik pada sebuah keimanan (baca : medekati), bukan pasrah bergelimang dosa tapi mengabaikan setiap nasihat kebaikan yang di sampaikan oleh orang sekitar.Teringat akan beberapa kisah pada masa Rasulullah, bagaimana para sahabat demi mempertahankan sebuah keimanan, ia rela mengorbankan jiwa, keluarga dan harta.Mush'ab Bin Umair
Pemuda yang tampan, kaya raya dan cerdas. Sosok yang sempurna hingga menjadi idola di mana saja ia berada. Namun saat ia mendengar bahwa ada seorang nabi yaitu Muhammad SAW, yang di utus oleh Allah sebagai pembawa kabar suka dan duka serta mengajak kaumnya untuk beribadah hanya kepada Allah Ta'ala, maka hatinya langsung terketuk untuk menanggalkan kekafirannya dan memeluk islam. Ibunya menentang, hingga mencabut segala kemewahan yang sebelumnya melekat dalam diri Mush'ab Bin Umair. Tak hanya itu, ibunya mengusir Mush'ab dan tak lagi menganggapnya sebagai seorang anak. Tapi demi sebuah iman yang begitu berharganya, Mush'ab lebih memilih Allah dan Rasul-Nya.Bilal Bin Rabah
Seorang budak hitam dan termasuk orang yang pertama kali memeluk islam . Ia menjadi budak dari seorang kafir bernama Umayyah bin khalaf. Dan di tangan sang kafir itulah, Bilal mendapat siksaan yag tiada terkira kejamnya akibat mempertahankan keimanannya. Salah satu bentuk penyiksaan yang di terima Bilal adalah di jemur di bawah matahari yang sangat menyengat, di atas dadanya di timpahkan batu besar yang panas. Subhanallah, hanya ucapan "ahad, ahad, ahad" yang terus keluar dari bibirnya. Kejamnya siksaan tidak membuat imannya surut, sampai pada akhirnya sahabat Rasulullah, Abu Bakar Ashshiddiq menebusnya dan merdekalah Bilal.'Ammar Bin Yasir
'Ammar, ayah dan ibunya adalah satu keluarga yang di janjikan surga oleh Allah. Mereka termasuk golongan pertama yang di beri petunjuk oleh Allah. Tapi perjalanan iman mereka tidak mulus. Pertentangan dari kaumnya yang tidak terima jika mereka menanggalkan keyakinan nenek moyang dan berpindah kepada islam, membuat mereka menerima penyiksaan keji. Pada akhirnya mereka sekeluarga harus syahid di tangan kaum kafir demi mempertahankan iman mereka
Masih banyak kisah tentang betapa berharganya keimanan. Asiyah seorang wanita beriman yang bersuamikan Fir'aun. Kana'an, putera nabi Nuh tapi tidak bisa menurunkan keimanan dari ayahnya. Juga Aazar, ayah seorang Nabiyullah Ibrahim yang tetap pada kekafirannya. Dan sebagainya.*****Beberapa kisah betapa hebatnya sebuah iman mampu menjadikan seseorang berkepribadian kokoh. Iman yang tidak nampak bentuknya namun mampu tergambar melalui keindahan prilaku. Keteguhan dalam menghadapi segala macam cobaan. Hanya Allah yang ada di hati. Janji Allah yang selalu terpatri.Iman yang mampu menggetarkan hati tatkala nama Allah dan Rasul-Nya di sebut.Mungkin kita khususnya saya belum mampu memiliki keteguhan iman seperti Rasul dan sahabat juga kisah orang-orang terdahulu dalam mempertahankan iman. Kita yang masih berfikir banyak tatkala ada ajakan untuk menghadiri pengajian, kita yang masih berfikir dua kali untuk langsung melaksanakan kewajiban sebagai seorang hamba, kita yang masih sering berkutat pada dunia dan lalai menjalankan proyek akhirat, kita yang sering tidak merasa bersalah saat meninggalkan perintah Allah. Rabbighfirlanaa...Karena iman memang mahal, melebihi dunia dan seisinya, melebihi kecintaan pada keluarga bahkan nyawa. Karena iman hanya bisa di terima oleh hati yang menginginkannya, dan hanya Allahlah yang mampu memberinya. Karena lezatnya iman adalah kenikmatan terbesar yang di berikan Allah kepada hambaNya."Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu dan atas ketaatan kepada-Mu"Allahua'lamOleh KiptiahSource : Harga Sebuah Iman
Umar bin Abdul Aziz dan Lilin Negara
Umar bin Abdul Aziz dan Lilin Negara
Siapa yang tak kenal Umar bin Abdul Aziz. Sosok pemimpin adil, arif, lagi berilmu. Banyak kisah teladan yang beliau tinggalkan untuk para peniti kebenaran. Inilah kisah ringkasnya.
Suatu hari datanglah seorang utusan dari salah satu daerah kepada beliau. Utusan itu sampai di depan pintu Umar bin Abdul Aziz dalam keadaan malam menjelang. Setelah mengetuk pintu seorang penjaga menyambutnya. Utusan itu pun mengatakan, ?Beritahu Amirul Mukminin bahwa yang datang adalah utusan gubernurnya.? Penjaga itu masuk untuk memberitahu Umar yang hampir saja berangkat tidur. Umar pun duduk dan berkata, ?Ijinkan dia masuk.?
Utusan itu masuk, dan Umar memerintahkan untuk menyalakan lilin yang besar. Umar bertanya kepada utusan tersebut tentang keadaan penduduk kota, dan kaum muslimin di sana, bagaimana perilaku gubernur, bagaimana harga-harga, bagaimana dengan anak-anak, orang-orang muhajirin dan anshar, para ibnu sabil, orang-orang miskin. Apakah hak mereka sudah ditunaikan?Apakah ada yang mengadukan?
Utusan itu pun menyampaikan segala yang diketahuinya tentang kota kepada Umar bin Abdul aziz. Tak ada sesuatu pun yang disembunyikannya.
Semua pertanyaan Umar dijawab lengkap oleh utusan itu. Ketika Semua pertanyaan Umar telah selesai dijawab semua, utusan itu balik bertanya kepada Umar.
?Ya Amirul Mukminin, bagaimana keadaanmu, dirimu, dan badanmu? Bagaimana keluargamu, seluruh pegawai dan orang-orang yang menjadi tanggung jawabmu? Umar pun kemudian dengan serta merta meniup lilin tersebut dan berkata, ?Wahai pelayan, nyalakan lampunya!? Lalu dinyalakannlah sebuah lampu kecil yang hampir-hampir tidak bisa menerangi ruangan karena cahayanya yang teramat kecil.
Umar melanjutkan perkataanya, ?Sekarang bertanyalah apa yang kamu inginkan." Utusan itu bertanya tentang keadaannya. Umar memberitahukan tentang keadaan dirinya, anak-anaknya, istri, dan keluarganya.
Rupanya utusan itu sangat tertarik dengan perbuatan yang telah dilakukan oleh Umar, mematikan lilin. Dia bertanya, ?Ya Amirul Mukminin, aku melihatmu melakukan sesuatu yang belum pernah Anda lakukan." Umar menimpali, ?Apa itu??
"Engkau mematikan lilin ketika aku menanyakan tentang keadaanmu dan keluargamu.?
Umar berkata, ?Wahai hamba Allah, lilin yang kumatikan itu adalah harta Allah, harta kaum muslimin. Ketika aku bertanya kepadamu tentang urusan mereka maka lilin itu dinyalakan demi kemaslahatan mereka. Begitu kamu memmebelokkan pembicaraan tentang keluarga dan keadaanku, maka aku pun mematikan lilin milik kaum muslimin."
Subhanallah, benar-benar mengagumkan! Segitu besar kesungguhan Umar dalam menjaga harta kaum muslimin, berbeda dengan mayoritas penguasa yang kita saksikan. (Sirah Umar bin abdul Aziz, Ibnul hakam hal. 155-156) Majalah Elfata.Source : Umar bin Abdul Aziz dan Lilin Negara--
Balada Mu'min Mencari Tuhan
Seri : MualafBalada Mu'min Mencari TuhanMUHAMMAD MU'MIN. Sosok tinggi besar, lagi tegap ini, merupakan momok paling menakutkan bagi para misionaris, khususnya di Jawa Barat. Sepak terjangnya dalam membabat habis gereja liar, serta mengikis banyak tempat kemunkaran mulai dari tempat miras, judi dan prostitusi, membuat banyak kalangan, termasuk jajaran kepolisian di Jabar, segan pada sosok yang satu ini.
Namun, tak banyak orang tahu jika Mu'min adalah seorang mualaf yang sempat kehausan mencari Tuhan yang hilang. Kisah itu bermula 36 tahun silam, saat usianya menginjak tahun kedelapan.
Saat itu Mu'min kecil yang diberi nama Hanibal, sebagai bentuk rasa kagum ayahnya terhadap pahlawan Muslim Cartago ini, sering mendengar bahwa yang menciptakan matahari, bulan, tumbuh-tumbuhan dan manusia adalah Tuhan. Maka ia bertanya pada ayahnya, Sahal, "Pak, Tuhan itu setinggi apa?" Sang ayah yang beragama Kristen malah terpaku diam. Ia tak bisa menjawab pertanyaan polos dari anaknya. Sikap ayah ini membuat Hanibal kecewa.
Suatu hari, saat Hanibal berjalan di trotoar Kosambi, Bandung, tiba-tiba pandangannya tertarik pada sebuah buku yang dijual di emperan jalan. Buku tersebut mengisahkan dua orang anak yang baik dan nakal. Anak yang baik ini sering melakukan sembahyang sedangkan anak nakal banyak melawan kehendak orangtua dan tidak mau sembahyang.
Kedua anak ini kemudian tumbuh besar. Anak yang baik menikah dengan seorang wanita berjilbab kemudian membangun rumah ibadah dan banyak membantu orang kesusahan. Sedangkan anak yang nakal tumbuh dewasa dengan kriminalitas, suka mabuk, berzina dan durhaka pada orangtua.
Keduanya kemudian meninggal. Anak yang baik dimasukan ke dalam surga sebaliknya anak yang durhaka dimasukan ke dalam neraka. Di dalam surga anak yang baik mendapatkan pahala dari apa yang ia lakukan di dunia, sebaliknya anak yang durhaka disiksa akibat zina, mabuk dan melawan orangtua.
Kisah ini akhirnya masuk di dalam memori anak yang sekolah di SD Katolik Dwisakti ini. Ia berpikir "Apakah hidup saya begini setelah mati? Apakah saya masuk surga atau neraka?" Saat itu ia tidak menyadari bahwa yang dibacanya adalah buku cerita Islam. Ia hanya berangan bahwa kelak ingin seperti si anak baik yang menikah dengan wanita berjilbab, membangun tempat ibadah dan masuk surga.
Menginjak usia 11 tahun, Hanibal baru mengetahui bahwa ada beberapa agama yang terdapat di Indonesia. Ia pun baru menyadari bahwa dirinya penganut agama Kristen. Saban Minggu Hanibal rajin berangkat ke Gereja. Sabtunya, ia tidak ketinggalan mengikuti Persekutuan, kegiatan ektra sekolah yang diadakan di ruangan khusus. Sedangkan di rumah ia sangat rajin membaca kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Kegelisahan Hanibal
Rasa bosan hinggap di benaknya, setiap kali mendengar ceramah pendeta. Materi yang disampaikan hanya berkutat seputar mukjizat Yesus yang bisa membangkitkan orang mati dan bisa membuat orang buta dapat melihat kembali. Ia juga mulai berpikir kenapa harus ada orang yang baik dan jahat serta kaya dan miskin. Hal ini membuat hatinya menjadi gelisah.
Satu waktu, ia bertengkar hebat dengan ibundanya, Yuliana. Pasalnya Hanibal memisahkan piring karena tidak mau makan daging babi yang dimasak sang ibu. Alasannya hal itu bertentangan dengan Perjanjian Lama yang mengharamkan babi. "Itukan Perjanjian Lama, sekarang itu Perjanjian Baru! yang tidak makan babi itu orang Islam!" Kenang Komandan BAP (Badan Anti Pendzoliman) Forum Ulama Umat Indonesia ini, mengutip jawaban ibunya.
Beranjak remaja, kegelisahan Hanibal semakin menjadi-jadi. Di saat usianya menginjak 15 tahun ia sampai pada kesimpulan semua agama adalah benar. Buku-buku agama, sastra, filsafat dan politik pernah dilahap, sekedar mencari tahu agama apakah yang paling benar.
Setahun berlalu, setelah banyak membaca buku tentang Budha dan Tao akhirnya Hanibal tertarik pada ajaran Budha. "Saya belajar wedanya, sampai saya hanya makan nasi dengan garam saja kemudian belajar meditasi secara rahasia supaya orangtua tidak tau," ungkap Kepala Bagian kemahasiswaan Universitas Sangga Buana (USB) Bandung ini, akibat doktrin Budha yang dipelajarinya waktu itu.
Ini pun tak membuat kegelisahan hatinya terobati. "Siapa Tuhan, Tuhan Di mana, Tuhan setinggi apa? Siapa aku? kenapa aku diciptakan? kenapa harus ada yang jahat dan yang baik?" Pertanyaan ini selalu saja muncul di benaknya waktu itu. Sehingga saat ia melakukan dosa, merasa dirinya menjadi orang yang sangat kotor.
Kegelisahan Hanibal memuncak. Ia berteriak dalam doanya, "Biarkan aku masuk neraka asalkan semua manusia masuk surga! Tuhan mulai hari ini aku Atheis!" Setelah itu, ia menjadi pendiam, dan kerap mengurung diri bertemankan buku-buku filsafat.
Saat menempuh jenjang Sekolah Menengah Atas di SMA 6 Pasirkaliki, Bandung, ia mulai mengenal murid-murid dari beragam agama dan strata sosial. Banyak di antara murid-murid miskin di sekolahnya yang beragama Islam. karena selama sekolah SD dan SMP mayoritas teman sekolahnya berasal dari keluarga berada. Hanibal terenyuh menyaksikan kondisi para siswa yang terus berjuang, meskipun dengan kondisi seadanya.
Seperti lazimnya sekolah umum, ketika pelajaran agama dimulai para siswa mengikuti pelajaran sesuai kepercayaannya masing-masing. Hanibal yang kadung mendeklarasikan diri sebagai Atheis, tetap mengikuti pelajaran agama Kristen. Tanpa diduga, saat ibu guru agama sekaligus pendeta itu bertanya, "Siapa yang mengaku Yesus sebagai Tuhan angkat tangan" Hanibal hanya diam seribu bahasa. Sementara, semua murid di sekeliling dia, mengangkat tangan.
Pertanyaan itu pun diulang berkali-kali oleh pendeta sembari menjelaskan tentang kekuasaan Yesus dengan harapan Hanibal mau mengangkat tangan. Namun ia bersikukuh dengan pendiriannya. "Kenapa kamu ngga angkat tangan?" tanya pendeta keheranan. "Yesus bukan Tuhan, dia hanya manusia yang mengaku Nabi," Jawab Hanibal tegas sambil berdiri dan langsung keluar meninggalkan kelas. "Saya tidak peduli nilai rapot saya agamanya merah," kenang ayah dua anak ini sambil tertawa.
Kejadian ini kemudian berulang ditempat yang berbeda. Saat Hanibal mengikuti kegiatan Persekutuan, seorang pendeta laki-laki di sela-sela ceramahnya mengatakan "Siapa yang mengaku Yesus sebagai Tuhan angkat tangan?" Semua peserta Persekutuan mengangkat tangan kecuali Hanibal. Pertanyaan yang diulang-ulang sampai setengah jam, hanya untuk menunggu kepastian Hanibal sungguh sia-sia. Ia tetap konsisten dengan sikapnya sampai pergi meninggalkan ruangan.
Tidak hanya di sekolah, ternyata sikap nyeleneh Hanibal ditunjukan sewaktu ia menghadiri ceramah umum oleh pendeta terkenal, Yusuf Roni, di GKP Pasirkaliki, Bandung. Acara yang dihadiri oleh ribuan jemaat itu menampilkan seseorang yang lumpuh. Dengan doa Pendeta Yusuf Romi, "Sembuh kamu atas nama kekuatan Yesus" orang lumpuh yang sedang duduk di kursi roda itu langsung berdiri dan berjalan, sontak ribuan pasang mata terpana.
"Siapa yang mengaku Yesus sebagai Tuhan, semuanya berdiri" ucap Pendeta mengakhiri aksinya. Serentak semua jemaat berdiri, dan lagi-lagi Hanibal hanya duduk terdiam. Sikapnya itu diketahui setelah panitia acara memeriksa setiap jemaat. Pendeta itu kemudian kembali menjelaskan tentang keagungan Yesus dengan harapan Hanibal dapat berdiri. Akhirnya Ia pun berdiri. Namun, bukan untuk mengakui Yesus sebagai Tuhan, melainkan pergi meninggalkan acara.
Sampai suatu waktu
Kegelisahan, kemarahan dan kekecewaan bertumpuk dalam benak. Pencariannya menemukan Tuhan, ternyata masih belum mendapat titik terang. Sampai satu waktu, saat usia 21 tahun, ia bermimpi. Dalam tidurnya ia didatangi Yesus. Sosok yang dituhankan oleh umat Kristen itu mengambil tangan Hanibal, lantas membawanya ke sebuah cahaya yang terlihat agung. "Assalamualaikum," sapa Yesus. "Wa'alikum salam," Jawab cahaya itu. Yesus kemudian mengangkat suara "Ya Muhammad saya serahkan anak ini ke dalam Islam untuk dibina dan dikembangkan dalam Islam. Kasihan anak ini, sepanjang hidupnya dihabiskan hanya untuk mencari Tuhan." kemudian di dalam mimpi tersebut Hanibal akhirnya dibawa ke dalam cahaya agung tersebut.
Keesokan harinya, tiba-tiba tekad Hanibal untuk memeluk Islam begitu menggebu. Ia langsung mendatangi teman SMA-nya yang beragama Islam, Evi Isviantini. Melalui Evi ia dibawa menghadap ayahnya, Ustadz Ahim, yang juga tokoh Persatuan Islam (PERSIS) di jalan Jurang Gang Namapura, Bandung. Dari Ustadz ini kemudian Hanibal mengikrarkan syahadat di Kantor Urusan Agama (KUA) Cipaganti, Bandung, Agustus tahun 1986 atau 18 Dzulhijjah 1407. Untuk memantapkan ke-Islamannya, nama Hanibal pun berganti menjadi Muhammad Mu'min, dan tak lama setelahnya ia kemudian dikhitan.
Saat orangtua mengetahui keislaman Mu'min, sang ayah terlihat marah. Namun pada akhirnya merelakan keislaman dia. Sang ibu pun hanya pasrah. "Ya dari pada gila," ungkap ibunya saat itu, karena melihat Mu'min sering menyendiri dan terlihat depresi.
Muhammad Mu'min akhirnya menemukan Tuhan yang hilang. 24 Agustus 1986, Mu'min lantas mempersunting teman yang sangat berjasa dalam proses keislamannya, Evi Isvianti. Mereka pun sementara tinggal di kediaman ustadz Ahim, ayahanda Evi. Di rumah ini pula, pria yang diamanahi sebagai ketua AGAP (Aliansi Gerakan Anti pemurtadan) ini banyak belajar shalat, surat Al-Fatihah dan Iqra, dari ustadz Ahim, guru sekaligus bapak mertuanya. •
MUHAMMAD YASIN/ALHIKMAHSource : Balada Mu'min Mencari Tuhan--
--
Subscribe to:
Posts (Atom)

